Saturday, August 27, 2011
Blog Ku ...maaf ya, dah lama gk bersua.....
Awalnya aku ingin mengkonversi lagu2 di VCD ke MP3, tapi kelupaan make toolsnya dulu apa yah, aku googling blm nemu2, eh ketemu ama blog seberang jd akhirnya kepingin ditulis diblog sendiri nii pengalaman mengkonversi...yaa akhirnya mampir2 ke wordpress lalu ke blogspot, akhirnya ketemu di blog sendiri niii....
Mudah-mudahan blog ini kedepannya bisa aku update terus dengan info-info yg berguna baik dari hasil exploreku ataupun dari pengalaman sohib-sohib....
okay deh....itu aja curhatnya,
thx blog....
Friday, May 29, 2009
Tips Menjinakkan Masalah Prostat

Seperti yang telah kita ketahui, kebanyakan kita akan mengalami masalah prostat ini, entah sekali atau lebih, ketika usia kita bertambah. Akan tetapi ada dokter yang percaya bahwa anda dapat mengurangi kemungkinan dan meringankan dampak penyakit ini melalui beberapa perubahan pola makan dan gaya hidup. Berikut ini caranya.
Ejakulasi secara teratur. Bagaimana caranya, anda dapat mengambil pilihan yang bijak. Yang jelas, ini memungkinkan saluran pengeluaran tidak tersumbat.
Menurunkan kolesterol. Dalam tubuh, kolesterol diubah menjadi testosteron. Berdasarkan pengamatan jaringan prostat yang membesar memiliki kandungan kolesterol tinggi sekali. Sebagian dokter mengaktakan bisa meringankan gejala, kalau pun tidak berhasil memperkecil ukuran prostat, dengan meminta pasien mereka menurunkan kolesterol total dalam darah mereka menjadi 200 mg/dl (miligram kolesterol per desiliter darah) atau kurang, sebagaimana anjuran America Heart Association.
Kurangi asupan lemak. Hindari makanan-makanan kaya lemak seperti daging merah, produk susu, dan goreng-gorengan, kata Dr Goldberg. Batasi porsi sajian daging merah, ikan, atau ayam And, tidak lebih dari 90 gram sehari.
Perbanyak sayuran. Kadar hormon pria tidak begitu tinggi pada mereka yang lebih banyak makan sayuran, dan itu mungkin menjelaskan mengapa BPH jangan dijumpai dalam budaya-budaya dengan kebiasaan lebih banyak makan sayuran, kata Dr. Goldberg.
Jangan kekurangan seng. Penderita gangguan prostat cenderung kekurangan seng dalam tubuh mereka, kata Paul M. Block, M.D seorang spesialis urologi yang membuka praktik swasta di Phoenix. Recommended Dietary Allowance untuk seng adalah 15 miligram per hari. Meminum suplemen seng atau makan makanan kaya seng seperti kerang dan ikan herring, mungkin balk bagi anda. Pada padian, biji-bijian, bekatul, susu, dan polong-polongan juga mengandung mineral ini.
Batasi makanan sangat merangsang dan alkohol. Keduanya dapat meningkatkan iritasi pada kantung kemih, khususnya bila anda menderita BPH, kata Dr. Block. Alkohol bisa merugikan sekali, karena berfungsi menekan sistem saraf pusat yang membuat otot-otot di seluruh tubuh menjadi lemas, termasuk otot-otot kandung kemih. Akibatnya urin tertahan.
Berolahraga. Memang, tidak ada olahraga yang spesifik untuk kesehatan prostat, tetapi banyak minum air, dan hubungan seksual secara teratur dapat memperkecil risiko. Yang jelas, banyak dokter mengamati bahwa pria bertubuh bugar jarang mengalami masalah prostat ketimbang mereka yang lebih banyak duduk.
Jangan duduk terlalu lama. Duduk terlalu lama membuat prostat anda tertekan terlalu lama, kata Dr. Goldberg. Apabila pekerjaan menuntut anda lebih banyak duduk, bangkitlah dan berjalan-jalan barang sejenak demi kebaikan anda sendiri.
Jangan menahan kencing. Apabila anda sering ingin buang air kecil, orang biasanya menganjurkan anda berlatih menahannya selama mungkin. Cara berpikir ini salah, apalagi dalam kasus ini. anda sungguh bisa merugikan diri sendiri dengan menahan terlalu lama," kata Patrick C. Walsh, M.D., dosen dan kepala bagian urologi
Johns Hopkins University di Baltimore. "Apabila urin ditahan terlalu lama, ginjal anda bisa rusak. "Pergilah ke kamar kecil begitu anda merasa membutuhkannya.
Hindari minum setelah gelap. Jangan minum selewat pukul enam atau tujuh petang, apabila tidur anda sering terganggu misalnya, lebih dari dua kali dalam semalam oleh keinginan untuk buang air kecil, kata Dr. Block. Baik siang maupun malam hari, batasi minum minuman yang mengandung kafein. Ini membuat anda lebih sering buang air kecil dan tidak baik bagi kandung kemih, karena membuat seolah-olah sudah penuh padahal belum.
Berendam. Duduklah di bak mandi air hangat selama 20 menit sekurangnya sekali seminggu, saran Dr. Block. Kehangatannya akan meresap ke dalam panggul dan meningkatkan aliran darah di situ, mengurangi ketegangan otot-otot dan, mudah-mudahan juga bengkaknya.
Monday, May 25, 2009
Neoliberalisme di Indonesia
Arief Arfianto – suaraPembaca Detik.com
Jakarta - Jejak ekonomi Neoliberalisme di Indonesia dapat ditelusuri ketika Indonesia mulai memasuki era Pemerintahan Orde Baru sejak Maret 1966. Ketika kebijakan Orde Baru (Orba) lebih berpihak pada Barat.
Dengan membaiknya politik Indonesia dengan negara-negara Barat maka arus modal asing mulai masuk ke Indonesia. Penanaman Modal Asing (PMA) dan utang luar negeri mulai meningkat.
Menjelang awal tahun 1970-an, atas kerja sama dengan Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF), dan Bank Pembangunan Asia (ADB) dibentuk suatu konsorsium Inter-Government Group on Indonesia (IGGI) yang terdiri atas sejumlah negara industri maju untuk membiayai pembangunan di Indonesia. Saat itulah Indonesia dianggap telah menggeser sistem ekonominya dari Sosialisme ke arah semi Kapitalisme.
Memasuki periode akhir 1980-an dan awal 1990-an,sistem ekonomi di Indonesia terus mengalami pergeseran. Kebijakan ekonomi Pemerintah banyak dibawa ke arah liberalisasi ekonomi; baik libelarisasi sektor keuangan, sektor industri, maupun sektor perdagangan.
Pakto '88 dapat dianggap sebagai titik tonggak kebijakan liberalisasi ekonomi di Indonesia. Menjamurnya industri perbankan di Indonesia, yang selanjutnya diikuti dengan terjadinya transaksi utang luar negeri perusahaan-perusahaan swasta yang sangat pesat, mewarnai percaturan ekonomi liberal Indonesia saat itu.
Masa pembangunan ekonomi Orba pun akhirnya berakhir. Puncak kegagalan dari pembangunan ekonomi Orba ditandai dengan meledaknya krisis moneter yang diikuti dengan ambruknya seluruh sendi-sendi perekonomian Indonesia.
Pasca krisis moneter, memasuki era reformasi, ternyata kebijakan perekonomian Indonesia semakin liberal. Dengan mengikuti garis-garis yang telah ditentukan oleh IMF Indonesia benar-benar telah menuju liberalisasi ekonomi. Hal itu, paling tidak, dapat diukur dari beberapa indikator utama yaitu:
1. Dihapuskannya berbagai subsidi Pemerintah secara bertahap dan diserahkannya harga barang-barang strategis ke mekanisme pasar.
2. Nilai kurs rupiah diambangkan secara bebas (floating rate) sesuai dengan kesepakatan dalam LoI dengan pihak IMF, artinya harus dikembalikan pada mekanisme pasar.
3. Privatisasi BUMN, yaitu dengan menjualnya kepada pihak swasta, baik swasta nasional maupun asing.
4. Peran serta Pemerintah Indonesia dalam kancah WTO dan Perjanjian GATT, yang semakin memperjelas komitmen Indonesia untuk masuk dalam 'kubangan' liberalisasi ekonomi dunia atau Kapitalisme global.
Dampak yang Ditimbulkan
Dampak ekonomi Neoliberal bagi Indonesia setidaknya ada 3 yaitu:
1. Dikuasainya sektor kepemilikan umum oleh swasta. Akibat menganut sistem mekanisme pasar bebas Pemerintah Indonesia harus melepaskan perannya dalam berbagai pengelolaan ekonomi yang ditandai dengan banyak dikuasainya sektor-sektor yang mengusai hajat hidup orang banyak (sektor kepemilikan umum) --baik dengan cara langsung maupun melalui proses privatisasi BUMN oleh swasta.
Sebagai contoh di bidang kehutanan. Sejarah industri perkayuan berawal dari pemberian Hak Pengusaha Hutan (HPH). Ditandai dengan keluarnya PP No 21 Tahun 1970 tentang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) dan Hak Pemungutan Hasil Hutan (HPHH).
Dengan luas hutan tropis yang sangat menjanjikan pada waktu itu, yaitu 143,7 juta hektar atau sekitar 76% luas daratan Indonesia, Pemerintah berharap pemberian HPH tersebut dapat menopang pembangunan Indonesia.
Namun, apa yang terjadi? Pada masa Orde Baru, rata-rata hasil eksploitasi hutan di Indonesia setiap tahunnya adalah 2,5 US$ miliar. Dari hasil itu, yang masuk ke dalam kas negara hanya 17%, sedangkan sisanya sebesar 83% masuk ke kantong pengusaha HPH.
Pada masa Orba tersebut, sebagian besar hutan di Indonesia sudah dikuasai oleh dua belas (12) grup besar melalui 109 perusahaannya. Memasuki masa Orde Reformasi Indonesia tinggal menuai getahnya.
Menurut laporan Badan Planologi Departemen Kehutanan (laporan tahun 2003) diperkirakan kerusakan hutan Indonesia sudah mencapai 101,79 juta hektar dengan laju pertumbuhan kerusakan (deforestasi) sekitar 3,8 juta hektar per tahun.
Dalam bidang perminyakan, pada zaman Orba, hampir semua sumur minyak di Indonesia telah dikuasai oleh perusahaan raksasa minyak asing yang merupakan perusahaan multinasional seperti Exxon (melalui Caltex), Atlantic Richfield (melalui Arco Indonesia), dan Mobil Oil. Selebihnya adalah Pertamina dan sebagian kecil swasta nasional lainnya.
Pada masa Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kondisinya semakin liberal lagi. Jika pada masa-masa sebelumnya Pertamina senantiasa memegang monopoli distribusi minyak di dalam negeri maka mulai November 2005 Pemerintah membuka keran investasi hilir di bidang migas kepada investor swasta dalam negeri maupun asing.
Jika Pemerintah membuka keran liberalisasi di sektor hilir migas, maka tuntutannya hanya satu, yaitu tidak boleh ada yang memperoleh fasilitas subsidi sebagaimana yang selama ini diterima oleh Pertamina. Berarti subsidi BBM harus dicabut sampai 0%. Dapat dipastikan bahwa harga BBM bakal naik lagi. Namun, dengan merek yang berbeda-beda. Paling tidak sudah siap 7 merek BBM dengan harga yang sama-sama mahalnya.
Bidang energi yang lain adalah batubara. Batubara menjadi sumber energi terbesar kedua setelah minyak. Minyak memasok 34% dan batubara 23,5% kebutuhan energi dunia.
Hampir sepertiga cadangan batubara dunia ada di kawasan Asia Pasifik. Di Indonesia jumlah sumberdaya batubara, termasuk yang ditemukan produsen dan kontraktor kerja sama, sampai tahun 2001 mencapai 145,8 miliar ton.
Produksi batubara Indonesia mayoritas dihasilkan oleh penambangan swasta. Dari total produksi 100,625 juta ton pada tahun 2002, 96,6% dihasilkan oleh penambang swasta.
Dalam bidang pertambangan, Indonesia dikenal sebagai negara yang mempunyai potensi tambang yang bagus. Khusus untuk tambang emas saja, secara geologis di berbagai wilayah di Indonesia memiliki potensi emas yang besar.
Indonesia merupakan pertemuan deretan gunung berapi Sirkum Mediteran dengan Sirkum Pasifik. Pergeseran lempengan bumi yang terjadi di masa lampau akibat kegiatan vulkanis telah membentuk cebakan-cebakan emas.
Dengan bagusnya potensi tambangnya ditambah aturan-aturan yang menguntungkan Indonesia mulai kedatangan investor asing untuk menanamkan modalnya. Dimulai sejak tahun 1967.
Perusahaan yang mengawalinya adalah PT Freeport Indonesia (FI). Pada
Kontrak Karya generasi I (KK I), FI mendapat konsesi selama 30 tahun, boleh mengimpor semua peralatannya (tidak wajib menggunakan produksi dalam negeri) dan Pemerintah Indonesia hampir tidak mendapat kompensasi apa pun.
Pada tahun 1988 secara tak terduga FI menemukan deposit emas yang sangat besar di Grasberg. Kemudian mengajukan pembaharuan KK dan bisa diperpanjang dua kali 10 tahun. FI mendapat KK V bersama 6 perusahaan tambang lainnya.
Berbeda dengan KK I, produk utama FI adalah emas, bukan hanya tembaga. Namun, menurut Econit, royalti yang diberikan FI ke Pemerintah tidak berubah, hanya 1-3,5%, sehingga penerimaan Pemerintah dari pajak, royalti, dan deviden FI hanya US$ 479 juta.
Jumlah itu tentu masih sangat jauh dibandingkan dengan pendapatan yang mampu dihasilkan FI yaitu sekitar US$ 1,5 miliar (tahun 1996). Dari pendapatan itu 1% diambil untuk dana pengembangan masyarakat Papua yaitu sebesar US$ 15 juta.
Pada zaman Reformasi nasib PT FI semakin bersinar. Pada tahun 2001 laba bersih yang dibukukan perusahaan ini mencapai US$ 304,2 juta. Pada tahun 2002 naik menjadi US$ 398,5 juta.
Tahun berikutnya, 2003 laba bersihnya melonjak hingga US$ 484,9 juta. Yang mengherankan,dari laba bersih sebesar itu sesungguhnya yang dibagikan sebagai deviden hanya 15%-nya saja. Padahal Pemerintah sampai saat ini hanya memiliki saham sebanyak 9,36%. Sedangkan PT FI menguasai 90,64%.
Dalam hal penguasaan pertambangan oleh pihak asing telah terjadi pengaplingan atas daerah-daerah tambang di Indonesia. Kapling-kapling itu meliputi: Timika untuk FI, Lhok Seumawe untuk Exxon Mobil, Sulawesi Selatan untuk Mosanto, Buyat Minahasa dan Sumbawa untuk Newmont International, Teluk Bintun di Papua untuk British Petrolium, Kalimantan Timur untuk PT Kaltim Prima Coal, dan sebagainya.
Pengaplingan tersebut menunjukkan telah terjadi persekongkolan antara penguasa dan kekuatan modal asing.
2. Bobroknya lembaga keuangan dan masuknya Indonesia ke dalam jerat utang (debt trap). Konsekuensi berikutnya dari sistem pasar bebas adalah adanya liberalisasi di pasar uang yang berbasis bunga. Krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 membuka semua tabir kerapuhan perbankan konvensional yang berbasis pada sistem bunga.
Akibat krisis itu 16 bank dilikuidasi Pemerintah. 51 bank lainnya dibekukan pada 1 November 1997, dan 13 bank diambil-alih (BTO). Untuk merestrukturisasi bank-bank konvensional yang selama ini menjadi sumber darah bagi perputaran roda perekonomian nasional hingga Desember 2000 Pemerintah sudah mengeluarkan tidak kurang dari Rp 659 triliun.
Akibatnya utang Pemerintah yang sebelum krisis hanya US$ 55 miliar, kini membengkak menjadi US$ 77 miliar (utang luar negeri) ditambah Rp 695 triliun (utang dalam negeri terutama dalam bentuk obligasi rekapitalisasi) dalam waktu tidak sampai empat tahun terakhir.
Utang sebesar itu membuat rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai di atas 100 persen pada akhir 2000, yang akan mengakibatkan perekonomian Indonesia pada 10-25 tahun ke depan akan terus mengalami proses destabilisasi.
Untuk bunga obligasi rekapitalisasi saja Pemerintah harus mengeluarkan sekitar empat persen dari PDB pada tahun 2000 dan 2001 ini. Kewajiban obligasi yang jatuh tempo pada tahun 2001 sekitar Rp 12.9 triliun. Jumlah ini akan terus meningkat setiap tahunnya, mencapai Rp 73,98 triliun pada tahun 2007 dan Rp 138 triliun pada 2018.
Biaya ini dibebankan pada APBN, yang berarti rakyat juga yang menanggungnya (baca tulisan saya di opini detik.com tanggal 30 April 2008 tentang "Beban Obligasi Rekap"). Beban bunga obligasi akan semakin menjadi-jadi dengan terus naiknya suku bunga.
Suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) saat itu sudah mencapai 17.7%. Naik dari sekitar 10% pada Semester I tahun 2000 lalu. Padahal, setiap kenaikan suku bunga sebesar satu persen, akan menyebabkan biaya bunga obligasi yang harus dibayar Pemerintah naik Rp 2,2 triliun.
Buruknya kinerja sektor perbankan ini ternyata terus berlangsung hingga saat ini. Sepanjang tahun 2004 saja sudah ada 4 bank ditutup, yaitu Bank Asiatic, Bank Dagang Bali, Bank Global, dan Bank Persyarikatan Indonesia. Akibat penutupan itu Pemerintah tentu harus menanggung seluruh kerugian nasabah.
Biaya penanggungan itu lagi-lagi dibebankan kepada rakyat melalui APBN. Hal itu belum ditambah dengan kasus pembobolan yang dilakukan oleh sejumlah orang ke Bank BNI dan BRI yang nilainya mencapai miliaran. Bahkan, triliunan rupiah.
Sampai saat ini tanggungan Pemerintah untuk dunia perbankan belum juga susut. Tercatat 10 bank besar Indonesia masih menikmati obligasi Pemerintah. Hal itu membuat APBN membayar bunganya sekitar Rp 60 triliun setiap tahunnya.
Sekali lagi, beban itu tetap harus kembali kepada rakyat melalui pembayaran pajak.
Di sisi lain, sesuai dengan 'petunjuk' IMF, bank-bank yang sudah mulai sehat harus diprivatisasi mengikuti saudara-saudaranya yang lain di lingkup BUMN. Contohnya, sebanyak 51% saham Pemerintah yang ada di bank besar seperti BCA dan Bank Danamon harus dijual ke investor asing.
Nasib yang sama juga menimpa BUMN sehat lainnya seperti Indosat Tbk, Telkom Tbk, Wisma Nusantara Indonesia, Bukit Asam Tbk, Semen Gresik, Pelindo II, dan lain-lain.
3. Munculnya kesenjangan ekonomi. Dampak dari pembangunan ekonomi bercorak liberalistik yang paling menyakitkan adalah terjadinya kesenjangan ekonomi yang luar biasa. Pada masa Orde Baru ketimpangan ekonomi sudah sangat mencolok.
Pada tahun 1993 omset dari 14 konglomerat Indonesia terbesar yang tergabung dalam grup Praselya Mulya di antaranya Om Liem (Salim
Group), Ciputra (Ciputra Group), Mochtar Riady (Lippo Group), Suhargo Gondokusumo (Dharmala Group), Eka Tjipta (Sinar Mas Group) mencapai 47,2 triliun rupiah atau 83% APBN Indonesia tahun itu.
Di sisi lain, jumlah penduduk miskin sudah terhampar sedemikian besarnya. Menurut data BPS 1994, dengan garis kemiskinan Rp 500 per hari, terdapat 28 juta rakyat miskin (2 juta di kota dan 26 juta di desa).
Di era sekarang ini, keadaannya telah mengalami banyak perubahan ke arah yang lebih mengkhawatirkan. Fenomena yang paling mencolok adalah terjadinya kekuasaan menjadi kekuatan pengumpul modal. Itulah sebabnya, kebijakan Pemerintah dalam pengembangan proyek lebih banyak untuk memenuhi kepentingan orang kaya ketimbang rakyat miskin.
Itulah beberapa fakta 'menyakitkan' akibat diterapkannya ekonomi Neoliberalisme, khususnya di Indonesia. Akankah kita diam saja menyaksikan semua ini.
Kesabaran rakyat sudah habis. Saatnya momentum Kebangkitan Nasional ini rakyat menggugat agar pasal 33 UUD 1945 dilaksanakan dengan benar demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Arief Arfianto
Mutiara Regency
Sidoarjo
areyix@yahoo.com
081553635744
Sunday, May 24, 2009
Gagal Ginjal, Kenali Gejalanya Sejak Dini

> Penyakit ginjal memang tidak
> menular, tetapi menimbulkan kematian dan dibutuhkan
> biaya mahal untuk pengobatan yang terus berlangsung
> seumur hidup pasien. Karenanya peningkatan kesadaran
> dan deteksi dini akan mencegah komplikasi penyakit
> ini menjadi kronis.
>
> Menurut Prof.Dr.dr.Endang Susalit,
> SpPD-KGH, dari Divisi Ginjal Hipertensi FKUI,
> penyakit ginjal disebut kronik jika kerusakannya
> sudah terjadi selama lebih dari tiga bulan dan lewat
> pemeriksaan terbukti adanya kelainan struktur atau
> fungsi ginjal.
>
> Pada penyakit ginjal kronik
> terjadi penurunan fungsi ginjal secara perlahan
> sehingga terjadi gagal ginjal yang merupakan stadium
> terberat penyakit ginjal kronik. Jika sudah sampai
> stadium ini, pasien memerlukan terapi pengganti
> ginjal berupa cuci darah (hemodialisis) atau cangkok
> ginjal yang biayanya mahal.
>
> Berat ginjal yang kita miliki
> memang hanya 150 gram atau sekitar separuh genggaman
> tangan kita. Tetapi fungsi ginjal sangat strategis
> dan mempengaruhi semua bagian tubuh. Selain mengatur
> keseimbangan cairan tubuh, eletrolit, dan asam basa,
> ginjal juga akan membuang sisa metabolisme yang akan
> meracuni tubuh, mengatur tekanan darah dan menjaga
> kesehatan tulang.
>
> Kenali tandanya
>
> Penyakit ginjal sering tanpa
> keluhan sama sekali, tidak jarang seseorang
> kehilangan 90 persen fungsi ginjalnya sebelum mulai
> merasakan keluhan. Pasien sebaiknya waspada jika
> mengalami gejala-gejala seperti: tekanan darah
> tinggi, perubahan jumlah kencing, ada darah dalam
> air kencing, bengkak pada kaki dan pergelangan kaki,
> rasa lemah serta sulit tidur, sakit kepala, sesak,
> dan merasa mual dan muntah.
>
> Setiap orang dapat terkena
> penyakit ginjal, namun mereka yang disarankan
> melakukan pemeriksaan dini adalah orang yang memilik
> faktor risiko tinggi, yakni mereka yang memiliki
> riwayat darah tinggi di keluarga, diabetes, penyakit
> jantung, serta ada anggota keluarga yang dinyatakan
> dokter sakit ginjal.
>
> Ada beberapa pemeriksaan yang bisa
> dilakukan untuk mengetahui kondisi ginjal kita. Yang
> paling umum adalah pemeriksaan urin. Adanya protein
> atau darah dalam kencing menunjukkan kelainan dari
> ginjal.
>
> Selain itu, kita juga bisa
> melakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar
> kreatinin dan urea dalam darah. Jika ginjal tidak
> bekerja, kadar kedua zat itu akan meningkat dalam
> darah. Pemeriksaan lanjutan untuk mengenali kelainan
> berupa pemeriksaan radiologis dan biopsi ginjal.
> Biasanya pemeriksaan ini atas indikasi tertentu dan
> sesuai saran dokter.
>
> Gaya hidup sehat
>
> Gangguan ginjal bisa dicegah
> dengan berbagai cara, terutama dengan menerapkan
> gaya hidup sehat. Berhenti merokok, memperhatikan
> kadar kolesterol, kendalikan berat badan,
> menghindari kekurangan cairan dengan cukup minum air
> putih tidak lebih dari 2 liter setiap hari. "Minum
> air secara berlebihan justru akan merusak ginjal,"
> kata Dr.David Manuputty, SpBU dari RSCM Jakarta.
>
> Selain gaya hidup sehat, lakukan
> pemeriksaan kesehatan tahunan pada dokter, mintalah
> pula agar urin Anda diperiksa untuk melihat adanya
> darah atau protein dalam urin. Yang tak kalah
> penting, berhati-hatilah dalam menggunakan obat anti
> nyeri khususnya jenis obat anti inflamasi non
> steroid (NSAID).
Tuesday, May 19, 2009
KE KENTALAN DARAH DALAM TUBUH, MENGAPA TERJADI???
air putih banyak-banyak..?"
Well, sebenarnya jawabannya cukup "mengerikan" tetapi karena sebuah
pertanyaan jujur harus dijawab dengan jujur, maka topik tersebut bisa dijelaskan sbb:
Kira-kira 80% tubuh manusia terdiri dari air.
Malah ada beberapa bagian tubuh kita yang memiliki kadar air di atas 80%.Dua
organ paling penting dengan kadar air di atas 80% adalah :
Otak dan Darah. !!
Otak memiliki komponen air sebanyak 90%,
Sementara darah memiliki Komponen air 95%.
Jatah minum manusia normal sedikitnya adalah 2 liter sehari atau 8 gelas
sehari.
Jumlah di atas harus ditambah bila anda seorang perokok.
Air sebanyak itu diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh
kita lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi.
Apa yang terjadi bila kita mengkonsumsi kurang dari 2 liter sehari...?
Tentu tubuh akan menyeimbangkan diri. Caranya...?
Dengan jalan "menyedot" air dari komponen tubuh sendiri.Dari otak...?
Belum sampai segitunya (wihh...bayangkan otak kering gimana jadinya...),
melainkan dari sumber terdekat : Darah. !!
Darah yang disedot airnya akan menjadi kental.
Akibat pengentalan darah ini, maka perjalanannya akan kurang lancar
ketimbang yang encer.
Saat melewati ginjal (tempat menyaring racun dari darah)
Ginjal akan bekerja extra keras menyaring darah.
Dan karena saringan dalam ginjal halus, tidak jarang darah yang kental bisa
menyebabkan perobekan pada glomerulus ginjal.
Akibatnya, air seni anda berwarna kemerahan, tanda mulai bocornya saringan
ginjal. Bila dibiarkan terus menerus, anda mungkin suatu saat harus menghabiskan
400.000 rupiah seminggu untuk cuci darah
Eh, tadi saya sudah bicara tentang otak ' kan...?
Nah saat darah kental meng alir lewat otak, perjalanannya agak terhambat.
Otak tidak lagi "encer", dan karena sel-sel otak adalah yang paling boros
mengkonsumsi makanan dan oksigen,
Lambatnya aliran darah ini bisa menyebabkan sel-sel otak cepat mati atau
tidak berfungsi sebagaimana mestinya..(ya wajarlah namanya juga kurang
makan...)
Bila ini ditambah dengan penyakit jantung (yang juga kerjanya tambah berat
bila darah mengental...),maka serangan stroke bisa lebih lekas datang
Sekarang tinggal anda pilih: melakukan "investasi" dengan minum sedikitnya 8
gelas sehari- atau- "membayar bunga" lewat sakit ginjal atau stroke.
Anda yang pilih...!
Forwardlah E-mail ini kepada keluarga, sahabat dan orang-orang yang Anda
cintai !
Sunday, May 17, 2009
Ngeblog di Facebook
Dengan Simplaris Blogcast, Anda bisa mempublikasikan blog Anda ke Facebook. Inilah cara menggunakannya:
1. Buka browser, akses Facebook, dan login ke akun Anda.
2. Di kolom pencarian di pojok kanan atas halaman utama akun Anda, ketikkan “simplaris blogcast”.
3. Setelah aplikasi ditemukan, klik link nama aplikasi.
4. Di halaman utama aplikasi, klik tombol Go to Application/Ke Aplikasi.
5. Masukkan alamat feed blog Anda di kolom Blog Feed URL.
6. Lanjutkan dengan mengklik tombol Lets Blogcast.
7. Setelah tombol Lets Blogcast! Ditekan, akan muncul tampilan tanpa ada isi feed atau artikel. Silakan klik link update. Blogcast akan memeriksa isi blog Anda.
8. Untuk melakukan pengaturan, masuklah ke menu Settings. Di menu Settings ini Anda dapat mengatur apakah update akan dilakukan secara otomatis atau tidak, juga dapat dilakukan pengaturan nama blog, panjang post yang ditampilkan, dan sebagainya.
9. Tekan Save untuk menyimpan seting yang telah Anda atur. Kini halaman Facebook Anda akan diisi dengan postingan-postingan yang Anda buat di blog.
Sumber : Tabloid Pc Plus
Kunci Sehat Pasien Hipertensi
Kamis, 11 September 2008 | 08:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Hana, 45 tahun, berbaring lemas di tempat tidurnya. Perjalanan jauh di bawah terik matahari membuat ia terkapar lemas. Tekanan darahnya melonjak menjadi 180/110 mmHg. "Kepala rasanya mau pecah," ia berucap lirih. Bukan sekali ini ia menderita seperti itu. Kejadian serupa sebenarnya bisa dicegah kalau dia sadar akan penyakitnya dan rutin mengontrol tekanan darahnya. Namun, ia sering kali mengabaikan tekanan darahnya, bahkan dia mengaku hanya mengkonsumsi obat antihipertensi bila dirasa perlu.
"Padahal, bila sudah mengidap tekanan darah tinggi, pasien harus mengkonsumsi obat antihipertensi terus-menerus," ujar Dr dr Suharjono, SpPD-KGH,KGer, di Jakarta beberapa waktu lalu. Sebab, tekanan darah yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan peningkatan risiko serangan penyakit kardiovaskular tiga hingga empat kali, baik pada pria maupun wanita. Jika berkepanjangan, hipertensi bisa merusak pembuluh darah yang ada di sebagian besar tubuh, di antaranya menyerang beberapa organ seperti ginjal, otak, dan mata, yang akan mengalami kerusakan. "Gagal jantung, infark miokard, gagal ginjal, stroke, dan gangguan penglihatan adalah konsekuensi yang umum dari hipertensi," papar konsultan nefrologi hipertensi dari Rumah Sakit Cipto Mangukusumo itu.
Pada organ ginjal, tekanan darah yang tinggi dapat meningkatkan progresivitas proteinuria--adanya protein dalam urine. Protein dalam darah merupakan indikator terjadinya gangguan fungsi ginjal, karena ginjal tidak mampu menyaring protein agar tidak keluar ke urine. Sebaliknya, bila tekanan darah terkontrol baik, bisa mengurangi pengeluaran protein dalam urine dan memperlambat penurunan fungsi ginjal. Selain itu, hipertensi yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah halus dalam ginjal sehingga mengurangi kemampuan ginjal untuk menyaring darah dengan baik. Akibatnya, dalam jangka panjang bisa mengakibatkan kerusakan ginjal yang lebih parah dan berakhir menjadi gagal ginjal.
Untuk itu, tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap pengobatan hipertensi akan meningkatkan efektivitas pengobatan serta mencegah dampak buruk dari penyakit ini. Bukan itu saja, kepatuhan minum obat dalam jangka panjang mampu menurunkan morbiditas dan mortalitas penderitanya. "Dengan patuh minum obat antihipertensi, maka dapat mencegah kerusakan organ dan menurunkan risiko kerusakan organ yang dapat memicu terjadinya kematian," katanya.
Menurut Suhardjono, salah satu alasan tingkat kepatuhan yang rendah karena dosis yang tidak praktis, harga obat terlalu mahal atau jenis obat sulit didapat. Tapi, sebenarnya, bagi mereka yang sudah mengidap hipertensi, penanganan tahap awal dilakukan dengan modifikasi gaya hidup, seperti menurunkan berat badan, pembatasan asupan garam, diet kolesterol dan lemak jenuh, berolahraga, pembatasan konsumsi alkohol, pembatasan konsumsi kopi, menggunakan teknik relaksasi untuk peredaan stres, tidak merokok, serta menggunakan suplemen potassium, kalsium, dan magnesium. Bila lini pertama tidak berhasil, ditangani dengan pemberian obat antihipertensi. Pemilihan jenis obat ditentukan oleh tingginya tekanan darah, adanya risiko kardiovaskular dan kerusakan organ target. Jenis obat yang digunakan dibedakan menjadi beberapa golongan, yaitu diuretik, beta blocker, calsium channel blocker (CCBs), angiotensin converting enzyme inhibitor (ACE inhibitor) dan angiotensin II reseptor blocker (ARB). Masing-masing golongan ini mempunyai karakteristik dan efek samping yang berbeda.
Menurut Suharjono, tingkat kepatuhan yang rendah juga sering disebabkan oleh efek samping pengobatan. Misalnya golongan beta blocker memicu pasien mengalami impotensi atau disfungsi ereksi dan golongan diuretik cenderung membuat pasien lemas dan sering buang air kecil. Obat golongan ACE inhibitor dapat merangsang refleks batuk dan golongan CCB bisa membikin kaki pasien menjadi bengkak.
Namun, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, ditemukan obat antihipertensi dari golongan ARB. Obat golongan ini disinyalir lebih spesifik dampak positif melindungi kardiovaskular. "Dari penelitian terungkap, pasien telah merasa nyaman mengkonsumsi obat tersebut," ujarnya.
Hipertensi merupakan suatu kondisi ketika tekanan darah di atas 140/90 mmHg, dengan kategori normal kurang dari 120/80 mmHg. Saat ini diperkirakan lebih dari seperempat jumlah populasi dunia menderita hipertensi. Sayangnya, penyakit ini muncul tanpa gejala. Sulitnya mendeteksi tekanan darah tinggi juga menyebabkan pasien cenderung mengalami komplikasi terlebih dulu, sehingga pasien menderita sakit kepala, mengantuk, keletihan, sulit tidur, gemetaran, mimisan, atau penglihatan kabur.
"Hipertensi sulit diketahui bila kita tidak mengukur tekanan darah kita. Atau biasanya ada gejala, tapi itu pun jika sudah komplikasi," kata Suharjono.
Monday, May 11, 2009
Olah Spirulina Saat Liliput Berubah Wujud
Hamparan jaring peneduh yang melingkupi 2 hektar lahan di Distrik Dong Ying, Provinsi Shandong, RRC Utara, terlihat megah. Di bawahnya tampak kolam-kolam berukuran besar berisi air kehijauan. Dari sanalah serbuk-serbuk spirulina yang tengah dikemas karyawan sebuah pabrik di kawasan Cikarang, Bekasi, berasal. Fenomena itu tak ubahnya di Kepong, Malaysia yang mengemas spirulina kiriman dari Hawaii, Amerika Serikat. Spirulina yang dipasarkan dalam berbagai kemasan di tanahair memang semuanya impor, antara lain dari Cina, Jepang, India, dan Amerika Serikat. Di Indonesia bukannya tidak ada tempat cocok untuk pengembangbiakan makhluk berukuran mikroskopik itu. Alasan belum ada investor yang memandang spirulina sebagai makanan kesehatan itulah yang paling tepat dikedepankan. Memang tidak banyak tempat bisa dijadikan ladang pengkulturan spirulina. Jasad liliput itu butuh persyaratan spesifik untuk hidupnya. Selain perairan basa, pH di atas 8,5, tempat itu harus steril dari pencemaran udara, seperti debu dan zat-zat kimia berbahaya. Bahkan menurut Prof Riset I Nyoman Kabinawa, ahli teknologi kultur mikroalga Indonesia, lingkungan pun harus tenang. Itulah sebabnya Ultra Trend Biotech produsen Spiruplus memilih Dong Ying di Provinsi Shandong, RRC Utara, untuk lokasi budidaya. Kami butuh waktu 1 bulan untuk mengapalkan serbuk spirulina hingga Cikarang, ungkap Billy Gan, presiden direktur Ultra Trend Biotech Indonesia. Pembudidayaan spirulina juga dilakukan oleh Cyanotech Company di Hawaii, Amerika Serikat, tetapi kondisi tempatnya berbeda. Produsen spirulina yang didistribusikan dengan nama Luxor itu menambang spirulina di lautan bebas. Hampir tak ada perbedaan cara pengolahannya. Sebab, keduanya sama-sama dibudidayakan di aliran air tenang. Berikut pembudidayaan spirulina seperti yang dituturkan Billy Gan dari Ultra Trend Biotech dan Bob Capelli dari Cyanotech Company langsung kepada Trubus.
Trubus Edisi: Senin, 04 September 2006 08:22:22
|
Agar Gaji Tidak Cepat Habis
Hitung-hitung pengeluaran sebelum menyesal.
KOMPAS.com — Easy come, easy go. Mungkin itulah slogan yang bisa menggambarkan tentang aliran uang. Rasanya baru gajian minggu lalu, kok minggu ini sudah habis? Diperlukan komitmen dan disiplin diri yang tinggi untuk bisa menabung dan tidak menghamburkannya begitu saja. Terlebih lagi jika Anda mesti menabung banyak uang untuk hal-hal yang ingin dilakukan dalam waktu dekat, misalnya pernikahan, kelahiran anak, dan lainnya. Berikut adalah tips yang bisa Anda lakukan untuk merencanakan aliran uang Anda tetap dalam jalur yang diinginkan.
*Selalu berpikir jauh ke depan! Buatlah daftar pengeluaran cukup besar yang harus Anda penuhi di masa depan. Misalnya; pernikahan, hari kelahiran anak, liburan, atau kuliah lagi. Anda bisa merencanakan sebuah prosedur tabungan khusus untuk hal ini, contohnya menyiapkan tabungan di bank yang ditarik secara otomatis dari tabungan yang selalu dimasukkan gaji per bulannya.
*Buat perencanaan keuangan khusus untuk bulan dan tahun ke depan, sementara buat perhitungan pemasukan dan pengeluaran rata-rata per bulan Anda. Juga lihat pos-pos keuangan yang bisa Anda kurangi pengeluarannya. Misalnya, buatlah batasan jika tagihan telepon Anda membeludak, dan kurangi intensitas menelepon. Atau, jika Anda memiliki kecenderungan membeli setidaknya 1 baju atau 1 pasang sepatu tiap bulan, buat album koleksi pakaian dan sepatu Anda untuk memastikan dan meyakinkan diri bahwa Anda memiliki cukup pakaian yang bisa dipadupadankan tanpa perlu membeli terus-menerus.
*Simpan bon dan kuitansi yang Anda terima. Baik itu pembayaran pulsa telepon di ATM, atau ongkos makan siang, lalu simpan dan hitung lagi pengeluaran Anda per harinya. Lalu bayangkan, apakah semua pengeluaran Anda itu cukup berarti? Atau masih bisa ditekan lagi? Mungkin Anda bisa mencari alternatif dari masing-masing pengeluaran tersebut. Mungkin dengan mencari makan siang di kantin saja, ketimbang ke foodcourt bersama teman-teman lain. Atau mungkin naik ojek saja ketimbang naik taksi jika jarak dari kantor Anda ke kantor klien tak terlalu jauh. Potongan kecil tapi sering bisa menjadi amat berarti jika dihitung per tahun.
*Hindari godaan! Ini dia yang paling sulit dihindari para wanita. Ingatlah: Hanya karena di mal sedang ada diskon besar-besaran, tak berarti Anda memerlukannya. Pikirkan masak-masak, apakah Anda akan benar-benar memerlukan barang yang akan Anda beli tersebut? Apakah sangat krusial? Apakah akan Anda gunakan?
*Menabunglah, tapi jangan lupa untuk memberikan "hadiah" pada diri Anda ketika tujuan Anda sudah terpenuhi. Buat target nilai tabungan Anda, lalu berikan hadiah jika sudah mencapai target tersebut.
*Simpan dan catat segala hal yang berkaitan dengan keuangan Anda. Jika bank mengirimkan catatan keuangan Anda, simpan. Jangan dibuang, apalagi jika tercantum nama lengkap dan data diri lainnya. Hal ini sekaligus untuk menghindari penipuan ataupun pencurian identitas.
*Bahkan berlibur pun akan butuh biaya. Maka, tak ada salahnya untuk mulai menabung, ketimbang meminjam uang yang Anda tak tahu kapan bisa membayarnya kembali.